Hari ini Cik Salmah merajuk. Rajuknya bukan main-main. bibirnya muncung sedepa. Kerutnya banyak. Langkahnya deras dan hentak-hentak. Kolam matanya tiada air tapi agak merah menahan marah.

Cik Salmah sebenarnya tidak marah. Hatinya sedikit sakit terguris. Dijelingnya Sarip yang masih memerhati dengan sinis. Cik Salmah mendongkol. kenapa?…kenapa?..marahnya dalam hati…

Kenapa Sarip Dol tidak faham? Apakah Sarip sudah tidak sayang kepadanya? Mungkin Sarip ada perempuan lain. Mungkin juga Sarip sudah menghabiskan duitnya kepada perempuan itu. Mungkinkah perempuan itu yang kerjanya di kelab joget? tapi Sarip sudah berhenti ke sana..

Salmah terus fikir sendiri-sendiri tanpa menanya terus kepada Sarip.

Sarip sudah keluar. Salmah terus dengan sangka-sangkanya.

*Sebenarnya entri ini telah saya terbitkan di dalam blog saya yang lain. Memandangkan blog itu telah saya kecilkan fokusnya kepada hal-hal yang berkaitan isu kewangan, maka saya mengajak entri ini berpindah segera sebelum dilabel sebagai tak tahu adat budaya (masuk kandang kambing mengembek, masuk kandang kerbau menguak)…